Tugas RPL 6 permodelan SDLC



1.  MODEL SPIRAL

 

Model spiral (spiral model) yang pada awal nya diusulkan oleh Boehm [BOE88], adalah model prosesperangkat lunak yang evolusioner yang merangkai sifat interatif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistem matis dari model sekuensi linier . model itu berpotensi  untuk pengembangan versi  pertambahan perangkat lunak secara cepat .di dalan model spiral , perangkat lunak di kembangkan di mdtaam suatu deretan pertambahan . selama awal iterasi , rilis inkremetal bisa merupakan sebuah model atau prototipe kertas. Selama iterasi berikut nya  , sedikity demi sedikit  dui hasil kan versi sistem rekayasa yang lebih lengkap .
   Model spiral di bagi menjadi sejumblah aktifitas kerangka kerja , di sebut juga wilayah tugas , di antara tiga sampai enam wilawah tugas . Gambar 2.8 menggambarkan model spiral yang berisi enam wilayah tugas :
1  komunikasi pelangkan – tugas-tugas yang di butuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif di anara pengembang dan pelanggan .
2  perencanaan – tugas-tugas yang di butuhkan untuk mendefinisikan sumber-sumber daya , ketepatan waktu , dan proyek informasi lain yang berhubungan
3 analisis risiko – tugas-tugas yang di butuhkan untuk menaksir risiko-risiko , baik manjemen maupun teknis .
4  perekayasaan – tugas-tugas yang di butuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut .
5  kontruksi dan peluncuran – tugas-tugas yang di butuhkan untuk mengkontruksi , menguji,memasang (insal) dan memberikan pelayanan kepada pemakai (contoh nya pelatihan dan dokumentasi ) .
6  evaluasi pelanggan – tugas-tugas yang di butuhkan untuk memperoleh umpan balik dari pelanggan dengan di dasarkan pada evaluasi representasi perangkat lunak, yang di buat selama masa  perekayasaan , dan diimplementasikan selama masa pemasangan

  2.  MODEL RAD
Rapid Aplication Develoment (RAD) adalah sebuah model proses perkembangan perangkat lunak sekuensial linier yang menekan kan siklus perkembangan yang sangat pendek . model RAD ini merupakn sebuah adaptasi “kecepatan tinggi “ dari model sekuensial linear di mna perkembangan cepat di capai dengan menggunakan pendekatan kontruksi berbasin komponen . jika kebutuhan di pahami dengan baik , proses RAD memungkunkan tim pengembangan mencipta “ sistem fungsional yang utuh “  dalam priode waktu yang sang sangat pendek ( kira-kira 60 sampai 90 hari ) [MAR91]. Karena di pakai terutama pada aplikasi sistem kontruksi , pendekatan RAD melingkupi fase-fase sebagai berikut  [KER94]
    Bussiness modeling Alliran informasi di antara fungsi-fungsi bisnis dimodelkan ddengan suatu cara untuk menjawab pertanyan-pertanyan berikut : informasasi apa yang mengendalikan proses bisnis ?informasi apa yang mengendalikan proses bisnis  ? informasi apa yang di munculkan ? sipa yang memunculkannya ? keman informasi itu pergi ? siapa yang memprosesnya ? bussess modling di gambar secara lengkap pada bab 10
    Data Aliran . Aliran informasi yang di definisikan sebagai bagian dari fase bussness modling sering kedalam serangkaian objek data  yang di butihkan untuk menopang bisnis tersebut . karaktristik (disebut atribut) masing-masing objek di definisikan dan hubungan antara objek-objek tersebut di definisikan. Data modling di bahas dalam bab 12
    Proses Modling. Aliran informasi yang di definisikan di dalam fse data modling ditransformasikan untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi bisnis. Gambaran pemrosesan di ciptakan untuk menambah, memodifikasi , menghapus , atau mendapatkan kembali sebuah objek data.
   Aplication generation. RAD mengasumsikan pemakaian teknik generasi keempet (sub 2.9). selain menciptakan perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga yang konvensionsl, RAD lebih banyak memproses kerja untuk memakai lagi komponen program yang ada (pada saat memungkinkan) atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi (bila perlu) . pada semua kasus, alat-alat bantu otomatis di pakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.
   Testing and turnover. Karna proses RAD menekankan pada pemakaian kembali, banyak komponen program telah di ujihal ini mengurangi keseluruhan pengujian. Tetapi komponen baru harus di uji dan semua interface harus di latih seccara penuh

   3. Waterfall .
Model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering di anggaap kuno ,tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalm sofwere Engineering (SE). Odel ini melakukan pendekatan secaraa sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ketahap anlisis ,desain , coding , testing/verification,dan maintenance. Dib sebut dengan waterfall karna tahp demi tahap yang di mulai harus menunggu selasainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan .

 


-          Sistem /information Engineering and modling 
Permodelan ini diawali dengan mencarikebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan di aplikasikan kedalm bentuk sofwere .hal ini sangat penting . mengingat sofwere harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hadwere , database . tahap ini sering disebut dengan project Defination.

-           Sofwere Requerments Analisis
Proses pencairan kebutuhan dintefikasi dan di fokuskan pada sofwere. Untuk mengetahui sifat dari program yang akn di sebut ,maka para sofwere engineer harus mengerti tentang domain informasi dari sofwere.  (pencarian kebutuhan sistem dan sofwere) harus di dokumentasikan dan di tunjukan kepada pelangggan
-          Desgn
Proses ini di gunakan untuk mengubah kebutuhan diatas menjadi reperesentasi ke dalam bentuk “bluprint”  sofwere sebelum coding dimulai . desain harus dapat mengimplemenasikan kebutuhan yang telah di sebutkan pada tahap sebelumnya . seperti2 aktivitas sebelumnya ,maka proses ini harus di dokumentasikan sebagai kunfirgusi dan sofwere

-          Coding
Untuk dapat di mengrti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain ini harus di ubah bentuk nya menjadi bentuk yang dappat di mengerti oleh mesin ,yaitu kedalm bahasa pemrograman melalui prosescoding . tahap ini merupakan implementasi dari tahap desgn yang secaara teknis nanti nya di kerja oleh progemmer.
-          Testing / Verifection
Sesuatu yang di buat haruslah diujicobakan  dengan sofwere . agar sofwere bebas dan erorr , dan hasilnya harus bener-bener sesui dengan kebutuhan yang sudah di definisikan sebelumnay
-          Maintenance
Pemeliharan suatu sofwere diperlukan , termasuk di dalamnaya adalah pengembangan , karna sofwere yang di buat tidak selam nya hanya seperti itu . ketika di jalnkan masih aja erorr kecil yang tidak di temukan sebelumnya , atu ad penambahan fitur-fitur yang belum ad pada sofwere tersebut . pengembangan di perlukan ketika adanya perubahan dari  ekstrnal perusahaan seperti  ketika ada pergantian sistem opraasi ,atau perangkat lain nya


  4. RUP (Ration Unfiled process)
Adalah suatu kerangka kerja proses pengembangan perangkat lunak iteratif yang di buat oleh Rational Sofwere , suatu devinisi dari IBM  sejak 2003 . RUP bukan lah suatu proses tunggal dengan aturan yang konkrit , melainkan suatu kerangka proses yang dapat diadaptasikan dan dimaksudkan untuk di sesuaikan oleh organisasi pengembangan dan tim pryoek perangkat lunak yang akan memilih elemen proses sesuai dengan kebutuhan mereka.

                            
   5. Protoyping
Adalah salah satu suatu metode siklus hidup sistem yang di dasarkan pada konsep model bekerja (working model) . Tujuan nya mengembangkan model menjadi sistem final . artinya sistem aka di kembangkan lebih cepat dari pada metode tradisional dan biayanya lebih rendah . Ciri khas dari meteologi adalah pengembangan sistem  (system developer) ,klien , dan penngguna dapat meliahat dan melakukan eksprimaen dangan bagian dari sistem komputer  dari sejak awal proses pengembangan .
Dengan prototype yang terbuak , model sebuah sistem  (atau bagiannya) dikembanga secara cepat dan di poles dalam diskusi yang berkali-kali dengan klien .
Pada saat perancangan dan klien  melakukan percobaan dengan berbagi ide pada suatu model dan setuju dengan desain final ,rancangan yang sesungguhnya dibuat tepat seperti model dengan kualitas yang lebih bagus .
 Protoyping membantu dalam menemukan kebutuhan di tahap awal pengembangan ,  trutama jika klien tidak yakin dimana masalah berasal . Salah satu hal yang terpentingmengenai metologi ini, cepat atau lambat akan di singkarkan dan hanya di gunakan untuk  tujuan dokumen . Kelemahn nya adalah metode ini tidak memilikai analisis dan rancangan yang  mendalam  yang merupakan hal penting bagi sistem yang sudah kokoh, terpercaya dan biasa di kelola . Jika seorang pengembang memutuskan untuk membangun jenis prototipe ini ,penting untuk memutuskan kapan dan bagaimana ia akan di singkirkan dan selanjutnya menjamin bahwa hal tersebut telah di selesaikan tepat pada waktunya .


  6. Extreme programming
Suatu meteologi sofwere develoment yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan fleksibilitas sofwere terhadap adanya perubahan requirement. Jelas bahwa setiap sofwere dibuat pasti berdasarkan requirement yang  di butuhkan .
Bagai mana agar sofwere lebbih lentur aterhadap ada nya perubahan ? dan bagaimana develofer dapat melakukan nya dalam tempo yang singkat ?  XP punya jawaban nya .
 

Berbeda dengan waterfall method yang sangat terkenal itu, dimana iterasi waterfall sangat panjang, mulai dari menyusun requirment, desain , coding relese , hingga testing . XP unik , karena dari kumpulan requirement , langsung di buat release planning , dan ini pun terdiri dari berbagai release-relese parsial . kemudian pada masa coding , hal pertama develever adlah menulis test function terlebih dulu , bukan function dari sofwere tersebut .  mengapa ? agar test tersebut bisa lebih independen . jika menulis test di akhir , maka test tersebut akan mirip sekali dengan function yang sudah di buat . test-test tersebut pun masih di bagi menjadi unit-unit test .setiap bagian dalam sofwere develovent pun di relase secara bertahap.

 


Komentar